Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus Bersama Aliansi Mahasiswa Kukerta UNRI dan Kukerta UPP Desa Tanjung Belit, Kec.Rambah Kab.Rokan Hulu

Mahasiswa Kukerta UNRI dan UPP Menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI di Kantor Camat Rambah

17 Agustus 2020, Mahasiswa UNRI dan UPP Menghadiri Upacara di Peringatan Hari Ulang Tahun RI di Kantor Camat Rambah, UNRI yang di wakilkan oleh Surya Suhada, Teysya Putriyolla dan Ditta Noveirina, sedangakan dari UPP Ardiansyah, Rahmadani dan Aida. Tidak hanya mahasiswa UNRI dan UPP yang hadir, turut hadir juga mahasiwa Universitas Kalijangga.




Upacara ini dimulai pada puku; 08.30 sampai dengan 10.00 WIB yang petugas upacaranya sudah di atur sedemikian rupa, terlihat semangat dan antusias dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, lalu di iringi dengan drum band SMA.

Kegiatan ini di laksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, kegiatan ini di tutup dengan foto bersama bapak Camat Rambah beserta jajarannya lalu Seluruh Universitas yang hadir juga foto bersama.


Semoga upacara berikutnya, covid-19 sudah menghilang, supaya seluruh lapisan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya. Serta Indonesia terus maju dan berkembang. Merdeka!!

Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus Bersama Aliansi Mahasiswa Kukerta UNRI dan Kukerta UPP Desa Tanjung Belit, Kec.Rambah Kab.Rokan Hulu

Assalamualaikum Wr.Wb

Hai Sobat Readers👋 Kembali lagi Bersama kami….


17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan RI. Setiap tahunnya pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan hari proklamasi kemerdekaan ini dengan meriah. Nah untuk tahun ini kami dari Kukerta UNRI Desa Tanjung Belit bersama Kukerta UPP Desa Tanjung Belit memperingati hari kemerdekaan dengan mengadakan beberapa lomba. Yang mana lomba ini kami bagi menjadi 3 kategori, yakni anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Untuk kategori anak-anak ada lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung pakai helm, masukkan paku dalam botol, dan balap kelereng menggunakan sendok. Untuk kategori ibu-ibu ada lomba volly, giling cabe, estafet tepung, tarik tambang, dan goyang balon. Sedangkan untuk kategori bapak-bapak yaitu lomba volly dan tarik tambang.






Jadi sobat readers, kami mengadakan lomba-lomba tersebut di lapangan SDN 015 Rambah, sedangkan khusus untuk lomba volly diadakan di lapangan volly desa Tanjung Belit. Lomba volly ini sendiri sudah kami adakan beberapa minggu sebelum 17 Agustus. Lapangan SDN 015 Rambah kami dekor dengan nuansa merah putih. Yakni aqua gelas bekas dicat dengan cat minyak berwarna merah dan putih yang kemudian diikat dengan menggunakan benang nilon serta digantung ke tali rafia yang mana kami hias secara zig-zag diatas antara pohon dengan bambu untuk bendera merah putih. Serta juga bendera merah putih berukuran kecil sepanjang 10 meter yang ditempel di tali rafia tersebut. Tak lupa pula kami menyediakan 2 buah tenda untuk meja registrasi peserta, meletakkan perlengkapan masing-masing lomba, dan sound system.

Sejak jam 08.00 WIB pagi sudah banyak anak-anak yang berdatangan ke lapangan SDN 15 Rambah. Anak-anak desa Tanjung Belit sangat antusias untuk mengikuti lomba yang kami adakan. Bahkan beberapa anak ada yang mengikuti lebih dari 1 serta semua perlombaan didalam kategori anak-anak tersebut. Mereka bahkan rela dari pagi hingga mulainya perlombaan yakni disiang hari tepatnya setelah shalat zuhur menunggu sambil bermain-main serta bercanda gurau antar sesama anak-anak ataupun dengan panitia.



Siang pun telah tiba, pada pukul 14.00 WIB dimulailah perlombaan yang mana untuk kategori anak terlebih dahulu. Masing-masing penanggung jawab lomba menuju area perlombaannya dengan memanggil anak-anak yang telah mendaftar di lomba itu. Tidak hanya anak, namun para orangtua serta pemuda pemudi desa tanjung belit serta para aparatur desa juga datang untuk meramaikan dan mendukung anak-anak yang mengikuti lomba tersebut. Para pemenang lomba anak langsung diberikan hadiah setelah lomba tersebut berakhir. Kemudian dilanjutkan dengan lomba untuk kategori ibu-ibu dan bapak-bapak yang dilakukan secara serentak. Walaupun kondisi cuaca sudah mulai gerimis tapi tidak menyurutkan semangat para bapak dan ibu saat lomba berlangsung. Namun tiba-tiba hujan turun dengan deras, beberapa perlombaan dihentikan namun untuk lomba goyang balon tetap dilanjutkan dibawah tenda panitia. Turunnya hujan tidak membuat masyarakat desa tanjung belit untuk kembali ke rumah, namun mereka tetap menonton di kawasan tenda tersebut.




Setelah hujan reda, dilanjutkanlah beberapa lomba yang sempat dihentikan tadi. Semua perlombaan selesai pada pukul 16.30 WIB. Kami pun mengumumkan untuk pembagian hadiah lomba kategori ibu-ibu dan bapak akan dilakukan pada malam hari setelah shalat isya yang mana malam itu merupakan malam perpisahan kami dari Kukerta UNRI karena semua program kerja kami telah selesai. Sore itu semua masyarakat desa tanjung belit telah kembali ke rumah masing-masing. Yang tersisa dilapangan hanya kami para panitia, kami berkumpul untuk evaluasi dan menyusun tugas untuk mempersiapkan acara malamnya. Kemudian kami dibantu beberapa pemuda didesa ini mulai membersihkan sampah-sampah yang ada disekitaran lapangan, serta menyusun perlengkapan yang sudah digunakan saat lomba tadi. Setelah itu barulah kami kembali ke masing posko yaitu UPP dan UNRI untuk beristirahat sejenak sambil bersiap-siap kembali ke tempat perlombaan.


Oiya readers, tadi belum dijelasin ya.. Malam ini kami tidak hanya membagikan hadiah lomba dan malam perpisahan saja. Namun kami juga mengadakan nonton bareng film Sepatu Dahlan bersama masyarakat desa Tanjung Belit. Malam pun tiba, sebelum film dimulai ternyata sudah banyak masyarakat yang berkumpul. Dan sekitar pukul 20.00 WIB, film sepatu dahlan akhirnya diputar. Semua masyarakat menonton secara seksama. Ada yang menonton sambil baring, sambil makan sate, dan ada yang sambil berselfie-selfie ria loh readers. Setelah film selesai dilanjutkanlah dengan sesi pembagian hadiah sekaligus sambutan dari kakanda Eko Bastian selaku ketua panitia lomba 17 Agustus. Dan sesi terakhir itu adalah moment yang sangat kami tunggu-tunggu. Dimulailah kata sambutan serta salam perpisahan yang disampaikan oleh Kakanda kami Surya Suhada sebagai Ketua Kelompok Kukerta Unri Desa Tanjung Belit. Bagi penulis sendiri pun, malam itu adalah malam yang sangat berarti bagi kami. Malam itu adalah malam terakhir kami bisa berkumpul bersama, bercanda gurau bersama masyarakat desa tanjung belit. Sangat banyak kenangan yang kami dapatkan selama kami mengabdi di desa tanjung belit ini. Ingin rasanya kami berlama-lama di desa ini, namun tugas kami cukup sampai disini. Mungkin lain waktu kami bisa datang kembali mengunjungi desa Tanjung Belit ini.

Kami dari Kukerta Integrasi Abdimasyarakat UNRI Desa Tanjung Belit mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta menerima kami dengan sangat baik di Desa Tanjung Belit... Dan ini adalah kegiatan kolaborasi terakhir kami bersama rekan-rekan dari Kukerta Relawan Covid UPP. Bahkan kami yang berasal dari 2 universitas berbeda dan dari daerah yang berbeda juga bisa saling mengenal dan sudah sangat dekat berkat pengabdian ini. Terimakasih juga kami ucapkan kepada sobat readers yang selalu setia membaca dan memantau kegiatan-kegiatan kami selama ini.. Sekian cerita kami pada kali ini kami ucapkan Wassalamu'alaikum Wrb.Wb...   Eittsss,, tunggu kegiatan-kegiatan kami lainnya ya😁

Narasi: DN

Editor: TP

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpisahan.. Kami Izin Pamit dan Salam Rindu Untuk Semuanya

Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dusun Tanjung Pauh Melalui Peningkatan Kualitas Produksi Gula Aren Di Kabupaten Rokan Hulu Bersama Mahasiswa Kukerta UNRI Sekaligus Penjemputan Mahasiswa Kukerta Integrasi Abdimasyarakat Universitas Riau Di Desa Tanjung Belit Tahun 2020