Perpisahan.. Kami Izin Pamit dan Salam Rindu Untuk Semuanya

 

Tepat pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2020 adalah beberapa hari terakhir selama kami Kampung Pengabdian, saat itu perasaan kami adalah nyaman berada disana, lalu kami sudah mengerti bahasa yang menjadi bahasa komunikasi sehari-hari yang digunakan masyarakat Desa Tanjung Belit. Tidak hanya itu ini adalah kampung ke dua kami setelah kampung halaman, ditempat ini juga kami memiliki Kakek dan Nenek, Ayah dan Ibu Angkat, yang mengetahui kondisi dan perkembangan kami di setiap harinya selama kami melaksanakan pengabdian.

Masing-masing individu kami sangat bersyukur, mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan program kerja, kami tinggal di Desa Tanjung Belit posko yang membuat kami nyaman diberikan oleh perangkat desa, lalu untuk program kerja dari kampus dilaksanakan di Dusun Tanjung Pauh dengan fokus aren, untuk program pendukung kami melaksanakan di Desa Tanjung Belit bersama Mahsiswa Universitas Pasir Pengaraian dan Pemuda dan Pemudi Desa Tanjung Belit, banyak ilmu, pengalaman dan pembelajaran berharga  yang kami dapatkan selama di kampung pengabdian, lalu kami juga di perhatikan oleh kakek dan nenek di posko laki-laki maupun perempuan, dianggap seperti anak dan cucu sendiri, kasi sayang yang tulus dan luar biasa.

1 bulan 10 hari kami berada di Desa Tanjung Belit rasaya waktu begitu singkat, berat hati rasanya ingin pulang, tetapi di sisi lain tugas negara untuk masing-masing individu kami menunggu, ada yang magang, praktik kerja lapangan, penelitian, mengejar sempro dan sidang skripsi, kami mohon doa dan restu untuk kakek nenek, mama, bapak, abang, kakak dan seluruh masyarakat Desa Pengabdian kami, semoga kami di beri kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan tugas akhir, di berikan kemudahan dan selalu bernasib baik, insyaAllah kami selalu ingat pesan kakek dan nenek, ayahanda dan ibunda kami semua.




Selasa, 18 Agustus 2020 kami perpisahan bersama bapak Camat Rambah Ayahanda Arie Gunadi, S,STP sebelumnya kami juga sudah menjadwalkan ketemu beliau, dan tepat pukul 14.30 WIB kami bertemu di ruangan beliau, banyak yang kami bicarakan terkait program kerja, pengalaman yang kami dapatkan dan juga nasihat dan masukan maupun pesan banyak yang terima dari Ayahanda. Ayahanda juga menyampaikan jika ada waktu dan kesempatan semoga kita bisa bertemu kembali Aamiin.. Kami juga memberikan kenang-kenangan untuk Ayahanda semoga dengan adanya pelakat ini, ketika Ayahanda melihat teringat dengan kami semua hehe.. Kegiatan ini kami tutup dengan foto bersama.

Selasa Malam, 18 Agusuts 2020

Kami membakar ayam di posko laki-laki bersama Pak Bang Akmam yang merupakan pak sekdes, pak rw, rekan-rekan UPP, setelah maghrib kami makan bersama, banyak canda dan tawa yang hadir saat itu, kakek pun banyak memberikan pantun untuk kami hehe, ya begitulah kira-kira certia perpisahan kami. Setelah selesai makan malam kami melanjutkan tugas kami yaitu kerumah Pak Kades, Ayahanda Mawardi dan Ibu PKK Bunda Rodiah, sesampainya di rumah kami bercerita tentang pengalaman yang kami rasakan, banyak dialog pada malam itu sekligus kami juga berpamitan, sambil menikmati kudapan yang diberikan tuan rumah, si Putra minta bungkus kue tersebut wkwk. Ada beberapa pesan yang Ayahanda sampaikan, semoga di perlancar segala urusan, di mudahkan dan diberikan keberkahan, besok kalau jika ada waktu dan kesempatan jalan ke Rohul jangan lupa singgah ke rumah ini. Lanjut dengan sesi memberikan pelakat sebagai bentuk kenang-kenangan, supaya besok ayahanda dan ibunda jika ingat kami bisa melihat kenang-kenangan ini. Lalu pamit dan bersalam-salaman meminta maaf dan mohon doa dan restu, saat itu juga air mata pun jatuh, peluk hangat sayang bunda kades kepada anak-anak perempuannya. Terima kasih banyak ayahanda dan ibunda kami, semoga kemabaiakn ayahanda dan ibunda di balas oleh Allah.swt, doa terbaik kami selalu tercurahkan untuk Ayahanda dan Ibunda.


Dilanjutkan dengan kerumah Pak Sekdes Bang Akmam yang saat ini sudah menunjukkan waktu pukul 21.40 WIB, karena sebelumnya sudah janjian kerumah Bang Akmam, begitu juga canda tawa senda gurau, adapun pesan-pesan Bang Akmam, jangn lupakan kami semua, kenangan di desa pengabdian maupun jika ada waktu kesempatan jalan-jalan lah kesini, semoga adik-adik mahasiswa menjadi orang yang sukses berguna bagi agama, bangsa dan masyarakat Aamiin.. Kalau ada durian, abang mengabari kami, kami segera datang wkwk ujar anggota laki-laki, tertawapun pecah…. Di lanjutkan dengan menyerahkan pelakat yang merupakan keanang-keanngan yang di serahkan oleh putra.



Pukul 22.10 WIB kami sampai di posko malam ini adalah hari terakhir kami maka kami semua quality time kilas balik dengan semua yang telah kami lalui bersama, curahan hati yang belum pernah di ucapkan malam itu pun semua di limpahkan wkwkw, dan sesi ini adalah nangis-nangisan. Sedih kalau di ceritakan wkwk, hmmm.. Tapi kami semua bangga dengan masing-masing individu anggota kami, terima kasih sudah mau sama-sama kuat, sabar, berjuang, rekan-rekan semua hebat, dan kalian semua luar biasa. Semoga lelah kita semua menjadi lillah Aamiin..

Pukul 02.00 WIB Kami pulang ke posko masing-masing, dengan ada yang packing barang individu, karena besok pagi harus packing barang di posko laki-laki membereskan alat-alat Rumah Tangga yang kami bawa selama pengabdian. Tidur, bangun, shalat, beres-beres barang, lalu makan bersama dong sama rekan-rekan UPP juga yang anggota laki-laki, kami makan dengan alas daun pisang, menu ayam bakar dan ikan serai sambal goreng, judulnya dalah kebersamaan dalam kesederhanaan hehe.. Apapun itu bersama-sama bersyukur



Dilanjutkan dengan kerumah Kakek dan Nenek yang di posko laki-laki ada beberapa pantun seperti biasanya yang kakek berikan untuk kami semua yang berisikan nasihat berharga untuk kami, tangis pun pecah satu persatu, dan moment ini sanagat-sangat di rindukan, terima kasih kakek dan nenek sudah menganggap kami seperti anak sendiri, sudah perhatian dan sayang sama kami semua, semoga kebaikan kakek dan nenek di balas oleh Allah.swt, doa kami mengalir di nadi kakek dan nenek, penyerahan pelakat yang di serahkan oleh Putra, lalu salam-salaman, memohon maaf dan mohon doa restu, semua menangis… Saat sesi foto mata sipit semua :’)




Dilanjutkan ke rumah Mama Wahida yang merupakan Kepala MDTA, Guru, dan Ketua Majelis ta’lim, sapaan mama merupakan dari hati kami sendiri, yang mana kami merasa beliau seperti mama kami dirumah, terima kasih banyak ma, kami semua sayang mama, kami menjemput mama di sekolah karena maama tidak dirumah, mama pada saat melihat kami sudah jatuh air matanya, seketika kami pun ikut terharu, saat dirumah mama, sambutan dari Surya yang merupakan ketua yang menyampaikan kami semua mau berpamitan, ucapan terima kasih, menyerahkan pelakat yang diserahkan oleh Teysya, sambutan hangat mama yang membuat masing-masing individu kami semakin sedih, berlinang air mata, dan pelukan hangat mama untuk anak-anak perempuannya. Rumah mama menjadi saksi bahwa tangisan begitu kuat.




Terakhir ke rumah nenek dan kakek tempat anggota perempuan tinggal, berpamitan, di sini juga air mana semakin berlinang, karena ini tempat tinggal kami selama 1 bulan 30 hari, menyerahkan pelakat sama kakek yang di serahkan oleh Surya, dan kami memohon izin, maaf, doa dan restu dari kakek dan nenek, nenek yang ikut menangsi melihat kepergian cucu nya. Tidak bisa di definisikan bahwa kami semua menyayangi kakek dan nenek. Terima kasih banyak kakek dan nenek, semoga kebaikan kakek dan nenek di balas oleh Allah.swt, doa kami menyertai kakek dan nenek.

Lalu berpamitan dengan anak-anak UPP, peluk erat anggota perempuan UPP dan anggota Perempuan UNRI, sudah seperti kakak adik, saudara, sahabat, ya begitu karena kegiatan sering bersama, berkat canda tawa yang membuat lebih dekat dan menumbuhkan ikatan batin yang tidak pernah terbayangkan selama ini, Pamitan juga masing-masing anggota laki-laki dan perempuan, terima kasih banyak… Kata perpisahan dari UNRI disampaikan oleh Surya, dan dari UPP dari Bang Wibby, sedih banget dong…. Pada mewek semua wkwk



Dilanjutkan dengan berangkat menuju  ke rumah orang tua Dita karena kami sudah memasukkan barang ke mobil, lalu Tika di mobil bersama Kak Dedek dan Oya, di motor 4 masing-masing di gonceng oleh anggota laki-laki, sesampainya di rumah Dita kami shalat, makan juga hehe, lalu berpamitan, mohon izin maaf doa dan restu dari Papa dan Mama Ditta  yang juga sudah seperti orang tua kami selama kami mengabdi. Ya begitulan di tutup dengan foto bersama, semoga kebaikan mama dan papa Ditta di balas oleh Allah.swt, dan doa kami menyertai mama dan papa Ditta. Terima kasih banyak….



Pulang menuju Kota Pekanbaru, juga berpamitan kembali sama rekan-rekan UPP yang ikut mengantar juga ke rumah Ditta, ada Rahma, Bang Ian dan Bang Wibby, lalu kami pulang dengan sepeda motor Surya dengan Teysya. Yelvi dengan Putra, Nunuk dengan Yogi dan Neri Dengan Eko, Tika di Mobil bersama barang-barang tercinta dan kak Dedek dan Oya, berdoa selamat sampai tujuan, selalu dalam lindungan Allah Aamiin

Allhamdulilah kami sampai di Kota Pekanbaru dengan selamat, menurunkan barang dan pulang kerumah masing-masing sebentar lalu datang lagi untuk berkumpul menyambut kedatangan kak Dedek dan Oya, terima kasih sudah mengantar kami Kak Dedek dan Oya, semoga kebaikan Kakak dibalas oleh Allah.swt Aamiin. Terima kasih tim

Teruntuk bapak ibu kami, orang tua kami, guru kami, kakek dan nenek kami, rekan kami terima kasih atas bimbingannya, waktu, kesempatan, cerita, pengalaman pengetahuan serta nasihat berharganya,  terima kasih sudah menyayangi kami seperti anak sendiri, banyak sekali kenangan indah yang kita ciptakan, semoga dapat bertemu dilain waktu dan kesempatan. Mohon maaf sepenuh hati selama mengabdi pernah menyinggung hati yang di sengaja maupun tidak, tapi percayalah dari lubuk hati kami yang paling dalam kami berusaha menciptakan cerita indah dan pengalaman terbaik.

Semoga kehadiran kami selalu dikenang baik di hati bapak ibu kakek nenek dan rekan-rekan, salam rindu dan doa dari kami untuk semua. Terima kasih sepenuh hati, semoga semoga silaturahmi terus berkemistri”.

Tim Pengabdian Kukerta Abdimas Universitas Riau 2020

Surya, Putra, Yogi dan Eko

Teysya, Yelvi, Nunuk, Tika, Ditta dan Neri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dusun Tanjung Pauh Melalui Peningkatan Kualitas Produksi Gula Aren Di Kabupaten Rokan Hulu Bersama Mahasiswa Kukerta UNRI Sekaligus Penjemputan Mahasiswa Kukerta Integrasi Abdimasyarakat Universitas Riau Di Desa Tanjung Belit Tahun 2020