Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dusun Tanjung Pauh Melalui Peningkatan Kualitas Produksi Gula Aren Di Kabupaten Rokan Hulu Bersama Mahasiswa Kukerta UNRI Sekaligus Penjemputan Mahasiswa Kukerta Integrasi Abdimasyarakat Universitas Riau Di Desa Tanjung Belit Tahun 2020

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hai para pembaca setia laman blog ini, selamat membaca, tetap semangat dan terus menjaga kesehatan ya..

Bertepatan pada Hari Rabu, 12 Agustus 2020 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama Mahasiswa kukerta Integrasi Abdimasyarakat Universitas Riau (UNRI) Desa Tanjung Belit 2020 melaksanakan sosialisasi untuk para petani aren dengan tema Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dusun Tanjung Pauh Melalui Peningkatan Kualitas Produksi Gula Aren Menjadi Kemandirian Secara Ekonomi, Pertanian, dan Hukum Di Kabupaten Rokan Hulu. Petani aren ini berasal dari 7 KK dari Dusun Tanjung Pauh dan 1 dari Desa Tanjung Belit, yang merupakan tempat kukerta UNRI melaksanakan pengabdian dengan fokus aren sebanyak 14 Progarm yang sudah dilaksanakan hingga hari ini, yang juga kegiatan sosialisasi ini sekaligus penjemputan mahasiswa kukerta UNRI karena mahasiswa/i sudah selesai melaksanakan pengabdian selama 1 bulan penuh.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB dimulai dengan registrasi mengisi daftar hadir peserta maupun tamu undangan yang hadir, lalu untuk peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui perkembangan aren Di Dusun Tanjung Pauh, lalu peserta dipersilakan masuk duduk dan diberi kudapan, selanjutnya kegiatan pun dimulai yang diawali dengan pembukaan oleh Pembawa Acara (Pewara) dari Mahasiswi UNRI, dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Surya Suhada Mahasiswa UNRI yang juga merupakan Ketua Kukerta UNRI.

Lalu sambutan oleh Oleh Bapak Camat Rambah Bapak Arie Gunadi S,STP beliau menyampaikan “Sosialisasi ini sangat penting dilaksanakan sehingga kedepannya banyak kemajuan untuk para petani aren ini, semoga kedepannya pemerintah dapat bersama untuk mempromosikan aren ini, terkhusus di Dusun Tanjung Pauh lokasi bertepatan didalam, semoga nanti disana dapat membuat kampung aren yang kreatif sehingga kalau ada pengunjung atau yang membeli langsung ke lokasi melihat langsung indahnya Desa Tanjung Pauh ini, dan ada ciri khas tersendiri. Teruntuk mahasiswa/i UNRI, sudah 1 bulan penuh berada di Desa Tanjung Belit dan melaksanakan program di Dusun Tanjung Pauh, tetap semangat dalam melanjutkan tugas selanjutnya, berhati-hati selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab, mahasiswa/i UNRI anak-anaknya baik-baik, 1 bulan mengabdi mereka benar-benar mencari pengalaman yang luar biasa, mereka bagus dalam melaksanakan program kerja, mereka sangat aktif, rajin berkegiatan dan semangatnya luar biasa, ide-ide nya sangat kreatif, anak-anak muda ini harus kita dukung, tapi ada 1 kendala mereka selama KKN ini yaitu bahasa, kalau untuk awal-awal ketika berinteraksi kepada masyarakat mereka mengerti, tapi.. ketika masyarakat tersebut sudah berbicara cepat dan semakin dalam bahasanya, adik-adik mahasiswa mulai bingung dan tidak mengerti. nah ini lah kendala mereka bapak ibu, mendengar ini pun seluruh peserta tertawa hahaha, tapi mereka sangat luar biasa”. Ujar Bapak Camat.

              

Dilanjutkan dengan Kata Sambutan Oleh Bapak Kepala Desa Tanjung Belit yaitu Bapak Mawardi yang menyampaikan, “Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk seluruh petani aren, semoga kedepannya banyak peningkatan dan terus berkembang dalam peningkatan ekonomi kreatif di Kabupaten Rokan Hulu khususnya Desa Tanjung Belit Dusun Tanjung Pauh, lalu sambungnya memang benar pak bu, anak-anak UNRI bagus dan baik-baik, semua program kerja mereka kerjakan, selain fokus dengan aren mereka juga banyak membuat kegiatan di desa ini untuk menginkatkan potensi desa, salut dan bangga dengan anak-anak UNRI”. Tutur Bapak Kades.

Saat itu pula, masing-masing individu kami merasakan kesedihan, betapa sedih hati, karena sudah diakhir masa pengabdian bahkan sudah dijemput oleh DPL, terima kasih banyak bapak ibu sudah mengenang kami mahasiswa KKN UNRI dengan baik, kado terindah mendengar sambutan dan ucapan dari bapak-bapak dan ibu-ibu hal ini tidak terlepas dari arahan, bimbingan dan dukungan penuh dari bapak ibu.

              

Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa UNRI, Ibu Dr.Hayatul Ismi, SH, MH, yang merupakan Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Riau, beliau menyampaikan, “Sosialisasi ini kita laksanakan sebagai tugas penelitian Dosen Universitas Riau yang diketuai oleh Saya sendiri dan 6 tim yaitu Ibu Ulifia, Ibu Shanti, Ibu Ihda, Ibu Maimunah, Ibu Risma, Ibu Fenny, dan juga dibantu mahasiswa UNRI yang sekaligus program kerja pengabdian mereka selama di Desa Tanjung Belit dan Dusun Tanjung Pauh, tahun lalu kami juga melaksanakan sosialisasi ini tapi lokasinya di Dusun Tanjung Pauh di Masjid dan hari ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa, Saya atas nama Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa Universitas Riau mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak camat maupun bapak kepala desa beserta jajarannya seluruh masyarakat karena sudah menerima kedatangan dan menyambut kami dengan baik, kemarin mahasiswa/i sudah diantar sekarang sudah dijemput kembali karena sudah selesai pengabdian mereka selama 30 hari dengan total progam wajib dari kampus 14 program dan beberapa program pendukung yang mereka laksanakan, lalu kegiatan mereka juga banyak dipublikasikan di media masa pak bu bisa langsung dilihat di laman blog mereka, dan ada di beberapa media masa, lalu mereka juga diwajibkan membuat log book atau buku kegiatan yang diunggah di laman web lppm.unri.ac.id,setelah ini mereka juga membuat laproan sekaligus buku ber ISBN tentang pengabdian yang telah mereka laksanakan, terima kasih banyak kepada bapak ibu yang sudah mengenang mahasiswa dengan baik, terima kasih sudah bersedia kami titipkan mereka selama 30 hari di Desa Tanjung Belit ini maupun saat melaksanakan program di Dusun Tanjung Pauh terima kasih banyak, kami mengucapkan mohon maaf apabila selama mahasiswa kami mengabdi terdapat perilaku atau sikap yang kurang berkenan kami mohon di maafkan, semoga silaturahmi kita terus terjaga Aamiin.. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan”, Ujar DPL UNRI.

 

          

Selanjutnya Ibu Ismi langsung memberikan materi tentang sosilisasi 3 aspek ini, materi tersebut dengan Judul Salindia Power Point Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dusun Tanjung Pauh Melalui Peningkatan Kualitas Produksi Gula Aren Menuju Kemandirian Secara Ekonomi, Pertanian, Dan Hukum Di Kabupaten Rokan Hulu, Rabu 12 Agusutus 2020, dengan Tim Pelaksana Dr. Hayatul Ismi, S.H., M.H (Ketua), Dr. Shanti Fitriani, S.P., M.Sc. Dr. Ihda Hasbiyati, S.Si., M.Si. Dr. Maimunah, S.Si., M.Si. Ulfia Hasanah, S.H., M.Kn. Rismadefi Woferst, S.Si., M.Biomed. Fenny Trisnawati, S.E., Ak., M.Si.

Ibu Ismi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada masyarakat Desa Tanjug Pauh Kabupaten Rokan Hulu sebagai Desa yang memiliki potensi dalam mengembangkan pendapatan melalui peningkatan kualitas dan pemasaran gula aren. Aren ini berpotensi untuk dikembangkan di Desa Tanjung Pauh dan umumnya di Rokan Hulu. Produksi aren yaitu buah aren muda untuk pembuatan cemilan ringan (manisan kolang kaling), air nira untuk pembuatan gula merah atau cuka dan lain sebagainya. Pengembangan aren ini peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perekonomian nasional.

Gula aren adalah produk hasil pemekatan nira aren dengan panas (pemasakan) sampai kadar air yang sangat rendah (<6%) sehingga ketika dingin produk mengeras. Nira dipanaskan sampai kental sekali, setelah itu, cairan gula kental tersebut dituangkan ke cetakan dan ditunggu sampai dingin. Pembuatan gula aren mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana.

Jenis gula aren ini ada dua, gula aren cetak dan gula aren semut. Gula aren semut Sudah banyak diproduksi di seluruh Indonesia Dapat dibuat secara tradisional (manual) maupun dengan mesin (mekanis) Harga bervariasi, mulai dari Rp. 30.000,- sampai Rp. 150.000,- (1 kg), dikemas dalam plastik atau “pouch”, bening atau berwarna, dibandingkan dengan gula cetak, pengolahan nira menjadi gula semut akan lebih menguntungkan  karena: harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan gula cetak. Berbentuk serbuk, sehingga lebih mudah pemakaian dan penyimpanannya dibandingkan gula cetak, memiliki umur simpan lebih lama. Dalam pemaparan materi Ibu Ismi juga memaparkan Contoh-contoh produk Gula Aren Semut  yang diproduksi di beberapa daerah di Indonesia dan dapat dibeli secara online, seperti produk dari daerah Capos, Banten, Bandar Lampung, Surakarta,Tangerang, Ciamis, dan Depok.

Beberapa manfaat gula aren semut untuk kesehatan seperti: Mencegah anemia, menambah semangat, mencegah diabetes, menjaga keseimbangan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, mencegah asam urat, mencegah stroke. Kegunaan Gula semut yaitu bisa sebagai pengganti gula pasir, lalu sebagai pemanis untuk produksi roti (bakery), kecap, kue, sirup, dan makanan lainnya untuk warna coklatnya yaitu memperkuat tampilan fisik minuman dan makanan.

Tidak hanya itu Ibu Ismi juga menjelaskan kembali bagaimana cara atau proses pembuatan Gula Semut, gula semut ini juga termasuk salah satu progra pengabdian Mahasiswa Universitas Riau yang sudah dilaksanakan, dan Allhamdulilah 85% berhasil. Adapun alat-alat yang perlu disedikan, Alat Pembuat Gula Semut Tradisional yaitu wajan, Ayakan, Spatula, Loyang, Guseran. Adapun langkah-langkah umumnya yaitu wajan disiapkan, tungku dipanaskan, nira dimasukkan ke wajan yang sudah panas, nira diaduk sampai mengental, wajan diangkat dari tungku, nira yang sudah menjadi gula diaduk sampai kentalnya merata dan mengering, gula yang sudah kering dihaluskan dengan diguser menggunakan batok kelapa, gula diayak, gula semut di bungkus atau di packing menggunakan plastik bening.

Pengolahan gula semut dari nira aren adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.            Pengendapan Kapur (jika ada)

Kapur yang dipakai sebagai pengawet saat penampungan nira harus diendapkan, sedapat mungkin seluruh kapur diendapkan karena makin tinggi konsentrasi kapur tersisa, makin pahit rasa gula yang dihasilkan, berarti mutu makin rendah.

2.          Penyaringan dan pembersihan nira

Setelah semua kapur diendapkan nira yang diperoleh disaring untuk menghilangkan benda-benda asing yang tidak dikehendaki seperti dedaunan, ranting-ranting, lebah, dan sebagainya.

3.         Pemasakan

Untuk mendapatkan gula semut yang bermutu baik, nira yang diperoleh harus segera dimasak, selama pemanasan biasanya akan timbul buih yang mengandung kotoran-kotoran halus perlu dibersihkan, karena akan mempengaruhi mutu gula, buih dihilangkan dengan penyaringan, tapisan yang lubang saringannya halus, larutan terus diaduk agar masaknya merata dan dijaga agar bagian bawahnya tidak gosong, lama kelamaan gelembung-gelembung yang terjadi makin jarang, pemasakan dihentikan bila nira yang kental itu sudah meletup-letup, atau bila diteteskan berputar-putar di dalam air membentuk benang-benang gula yang terasa keras, wajan kemudian diturunkan dari tungku, nira yang kental tersebut tetap terus diaduk sambil sedikit demi sedikit diambil dengan pengaduk untuk dioles-oleskan atau digosok-gosokkan pada pinggiran wajan.

  1.  Proses pengkristalan

Proses tambahan yang penting pada pengolahan gula semut adalah pengkristalan dan
pembentukan serbuk, setelah nira kental, pemanasan dihentikan, nira kental diaduk perlahan-lahan dengan arah yang tetap (searah), pada saat pengadukan dilakukan semakin lama semakin cepat untuk meratakan perkembangan pembentukan kristal dan mencegah terjadinya gumpalan-gumpalan serbuk, pengadukan mempengaruhi tingkat kehalusan dan keseragaman bentuk serbuk.

  1. Pengayakan

Setelah proses kristalisasi dan pembentukan serbuk selesai, gula semut tersebut diayak
untuk memperoleh ukuran yang seragam, gula semut yang tidak lolos ayakan dihaluskan dan diayak lagi, serbuk-serbut tersebut dikemas dalam bahan-bahan pengkemas yang kedap air seperti misalnya plastik polipropilene (PP), ada yang perlu diperhatikan
agar gula semut awet, perlu diingat: Bahan bakunya harus baik, Peralatan dan wadah kemasan harus bersih, Kebersihan orang yang mengolah.

Ada beberapa kendala yang sering ditemukan dilapangan seperti: bahan baku dianggap tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan, kalaupun bahan baku cukup namun sdm tidak sanggup membuat lebih dari 15 tukah gula dalam sehari atau sekitar 38 liter nira (satu kuali besar), air nira sering digunakan untuk pembuatan minuman keras/tuak, peralatan seperti kuali besar nya juga terbatas.

Adapun beberapa solusi yang ditawarkan yaitu, menginventarisir alat-alat modern yang diperlukan bagi masyarakat pembuat gula aren agar bisa memproduksi lebih banyak dan tetap berkualitas (tidak menghabiskan tenaga dan waktu), melakukan pendataan pohon aren dan hitung hitungan produksi yang dihasilkan serta untung ruginya, terkait bahan baku yang digunakan untuk miras, perlu dibuat peraturan desa yang melarang masyarakat memproduksi dan menjual miras, sehingga masyarakat beralih membuat gula, menyampaikan bahaya minum tuak, memahamkan kemasyarakat melalui kades dan camat terkait potensi aren tersebut (sosialisasi). Inilah materi yang disampaikan oleh Bu Hayatul Ismi, selama materi disampaikan para peserta petani aren juga sangat antusias, karena juga ada pemutaran video tentang aren menjadi milyarder dengan sehektar kebun dan gula aren, sebelum mulainya acara hingga pada saat pemaparan materi sambil menikmati kudapan yang disediakan oleh mahasiswa/i UNRI yang sekaligus juga sebagai panitia acara.






Dilanjutkan dengan memberikan kenang-kenangan dari Pihak DPL kepada Pihak Desa berupa pelakat, penyerahan bibit aren kepada pihak desa, pihak desa menyerahkan bibit aren kepada petani aren secara simbolis dan seluruh petani aren mendapatkan bibit aren dengan 1 orang petani 1 bibit aren, lalu memberikan hadiah atau kenang-kenangan untuk para petani aren, kuali ini berukuran jari-jari 30 cm, salah satu petani berhak mendapatkan kuali ini dengan penuh pertimbangan dari hasil pengisian kuesioner perkembangan petani aren yang di isi pada saat registrasi sebelum mulai nya acara, penilian tersebut langsung dinilai oleh 10 orang mahasiswa/i kukerta UNRI dan kuali ini diberikan kepada bapak Sayuti, selamat untuk bapak semoga kuali ini dapat bermanfaat untuk bapak dalam melaksanakan proses pembuatan aren, dan kegiatan ini ditutup dengan foto bersama, dengan selesai kegiatan pada pukul 11.45 WIB. Demikian kegiatan sosialisasi ini sekaligus penjemputan Mahasiswa/i Kukerta Intergrasi Abdimasyarakat Universitas Riau Desa Tanjung Belit 2020, terima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat, semoga kegiatan ini berkah dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Media Sosial:

Instagram @kkn.integrasi.rohul

https://instagram.com/kkn.integrasi.rohul?igshid=18sda0y924v2j

 

Kanal Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCr6NxiRlpMwe9R-3KDSSI4A 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perpisahan.. Kami Izin Pamit dan Salam Rindu Untuk Semuanya